Cara instal Laravel yang benar terdiri dari empat langkah. Pasang PHP 8.3 atau lebih baru, pasang Composer, jalankan composer create-project laravel/laravel nama-proyek, lalu nyalakan server dengan php artisan serve. Kalau ingin memakai Vite atau starter kit, kamu juga butuh Node.js. Panduan ini memakai Laravel 13, versi mayor terbaru per September 2026.
Bayangkan seorang mahasiswa di Yogyakarta yang bersemangat membuat aplikasi skripsi. Ia membuka terminal dan mengetik perintah instal dari tutorial lama. Beberapa detik kemudian, layar penuh teks merah. Penyebabnya sepele: versi PHP di laptopnya terlalu tua.
Cerita seperti ini sangat umum. Karena itu, artikel ini tidak hanya menyodorkan perintah. Kamu akan tahu alasan di balik setiap langkah, jadi kamu bisa memperbaiki sendiri saat ada yang salah.
Apa Itu Laravel dan Mengapa Cara Instalnya Penting
Laravel adalah framework PHP yang merapikan pekerjaan web developer. Ia menyediakan routing, autentikasi, ORM bernama Eloquent, sistem antrean, dan banyak fitur lain. Kamu tidak perlu menulis semuanya dari nol.
Namun, semua kemudahan itu hanya berjalan di atas fondasi yang sehat. Cara instal Laravel yang asal-asalan sering menimbulkan masalah di kemudian hari. Ekstensi PHP yang hilang, izin folder yang keliru, atau file .env yang berantakan bisa menyita berjam-jam waktumu.
Sebaliknya, instalasi yang rapi memberi manfaat nyata. Proyek berjalan mulus di laptop, di server staging, dan di server produksi. Rekan satu tim juga bisa menjalankan kodemu tanpa drama.
Selain itu, versi Laravel ikut menentukan cara kamu menginstalnya. Laravel 13 rilis pada 17 Maret 2026 dan mewajibkan PHP 8.3 atau lebih baru. Tutorial yang menyebut PHP 8.1 atau 8.2 sudah tidak cocok lagi untuk versi ini.
Persyaratan Sebelum Instal Laravel
Periksa dulu perangkatmu sebelum mengetik perintah apa pun. Langkah kecil ini menghemat banyak waktu.
| Komponen | Kebutuhan | Fungsi |
|---|---|---|
| PHP | 8.3 atau lebih baru | Bahasa utama Laravel |
| Composer | Versi 2 | Pengelola paket PHP |
| Node.js dan npm | Versi LTS terbaru | Menjalankan Vite untuk aset frontend |
| Database | SQLite, MySQL, MariaDB, atau PostgreSQL | Penyimpanan data |
| Git | Versi terbaru | Pelacak versi kode (opsional, tetapi sangat disarankan) |
Versi PHP memang syarat paling krusial. Laravel 13 mendukung PHP 8.3 sampai 8.5, sehingga kamu punya ruang cukup untuk memilih.
Laravel juga meminta beberapa ekstensi PHP. Daftarnya meliputi Ctype, cURL, DOM, Fileinfo, Filter, Hash, Mbstring, OpenSSL, PCRE, PDO, Session, Tokenizer, dan XML. Untuk keperluan sehari-hari, ekstensi zip dan pdo_sqlite juga layak kamu aktifkan.
Cek versi PHP dan Composer dengan dua perintah ini:
php -v
composer --version
Kalau PHP menunjukkan versi di bawah 8.3, naikkan dulu. Kalau perintah tidak dikenali, berarti PHP atau Composer belum masuk ke PATH sistemmu.
Cara Install Laravel Pilih Lingkungan Pengembangan yang Cocok
Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua orang. Pilihan berikut punya kelebihan masing-masing.
Laravel Herd menjadi pilihan paling praktis untuk Windows dan macOS. Aplikasi ini membawa PHP, Nginx, dan Node dalam satu paket. Kamu tinggal unduh dan pakai dari situs resmi Laravel Herd.
Laragon sangat populer di kalangan developer Windows Indonesia. Ia ringan, cepat, dan mudah memasang beberapa versi PHP sekaligus. Kamu bisa mengunduhnya di laragon.org.
XAMPP masih banyak dipakai, terutama oleh kampus dan pelatihan. Akan tetapi, versi PHP bawaannya sering tertinggal. Cek dulu versinya di apachefriends.org sebelum kamu memutuskan.
Instalasi manual cocok untuk kamu yang ingin mengerti seluruh mekanismenya. Pengguna Linux umumnya memilih jalur ini lewat apt, sedangkan pengguna Mac lewat Homebrew.
Jadi, mana yang sebaiknya kamu pilih? Pemula di Windows biasanya paling nyaman dengan Laragon atau Herd. Pengguna Linux dan macOS cenderung menikmati jalur manual.
Cara Instal Laravel di Windows
Bagian ini memakai Laragon sebagai contoh, karena banyak pembaca di Indonesia memakainya. Langkahnya juga berlaku hampir sama untuk Herd.
Langkah 1: Pasang Laragon dan Pastikan Versi PHP
Unduh Laragon versi Full, lalu jalankan installer seperti biasa. Setelah itu, buka aplikasinya dan periksa versi PHP yang aktif. Bila belum mencapai 8.3, unduh paket PHP terbaru dari php.net dan letakkan di folder PHP milik Laragon.
Buka terminal bawaan Laragon, lalu ketik php -v. Kalau angkanya sudah 8.3 atau lebih, kamu boleh lanjut.
Langkah 2: Pasang Composer
Laragon biasanya sudah membawa Composer. Kalau belum, unduh installer resmi dari getcomposer.org. Jalankan file Composer-Setup.exe dan ikuti wizard-nya.
Installer akan menanyakan lokasi php.exe. Arahkan ke PHP 8.3 yang tadi kamu siapkan. Kesalahan di titik ini sering memicu pesan bahwa versi PHP tidak memenuhi syarat.
Langkah 3: Pasang Node.js
Kunjungi nodejs.org dan unduh versi LTS. Node.js memang tidak wajib untuk semua proyek. Namun, starter kit dan Vite membutuhkannya, jadi lebih baik kamu pasang sejak awal.
Langkah 4: Aktifkan Ekstensi PHP
Buka file php.ini. Lalu cari baris berikut dan hapus tanda titik koma di depannya:
extension=zip extension=mbstring extension=openssl extension=fileinfo extension=curl extension=pdo_sqlite extension=sqlite3
Simpan file, lalu restart server. Tanpa ekstensi zip, Composer akan mengunduh paket dengan cara yang lebih lambat dan sering gagal.
Cara Instal Laravel di macOS dan Linux
Pengguna Mac paling mudah bermain dengan Homebrew. Satu baris perintah sudah cukup:
brew install php composer node
Pengguna Ubuntu 24.04 punya kabar baik, karena PHP 8.3 sudah tersedia di repositori bawaan:
sudo apt update sudo apt install php8.3-cli php8.3-mbstring php8.3-xml php8.3-curl php8.3-zip php8.3-sqlite3 unzip
Setelah itu, pasang Composer dengan panduan resmi di halaman unduhan Composer. Terakhir, pasang Node.js lewat nvm agar kamu mudah berganti versi.
Distribusi Linux lain mungkin membawa PHP yang lebih tua. Dalam kondisi itu, tambahkan repositori pihak ketiga yang tepercaya atau pakai Docker. Bagaimanapun, jangan memaksa Laravel 13 berjalan di PHP 8.2.
Membuat Proyek Laravel Pertama
Sekarang bagian yang ditunggu. Kamu punya dua jalur utama, dan keduanya menghasilkan proyek yang sama.
Jalur 1: Composer create-project
Cara ini paling universal. Buka terminal di folder kerjamu, lalu ketik:
composer create-project laravel/laravel toko-online
cd toko-online
Composer akan mengunduh kerangka Laravel beserta seluruh dependensinya. Proses ini memakan satu sampai tiga menit, tergantung koneksi internetmu. Nama toko-online boleh kamu ganti sesuai proyekmu, misalnya absensi-sekolah atau kasir-warung.
Jalur 2: Laravel Installer
Jalur ini lebih interaktif. Pasang installer secara global satu kali saja:
composer global require laravel/installer
laravel new toko-online
Installer akan mengajukan beberapa pertanyaan. Kamu bisa memilih starter kit, framework pengujian, dan jenis database. Bagi pemula, pilihan tanpa starter kit sudah cukup untuk belajar dasar-dasarnya.
Kalau perintah laravel tidak dikenali, tambahkan folder vendor/bin milik Composer ke PATH. Lokasinya berbeda di tiap sistem operasi, jadi cek dokumentasi Composer bila perlu.
Cara Instal Laravel Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada pemenang mutlak. Composer cocok untuk skrip otomatis dan server CI. Installer lebih nyaman untuk kerja harian karena ia langsung menyiapkan Git dan starter kit.
Kamu juga bisa membaca panduan resminya di dokumentasi instalasi Laravel. Dokumentasi itu selalu mengikuti versi terbaru.
Mengenal Starter Kit
Laravel menyediakan starter kit untuk React, Vue, dan Livewire. Kit ini sudah membawa halaman login, registrasi, dan pengaturan profil. Kamu tidak perlu membangun autentikasi dari nol.
Untuk pemula, tips saya sederhana. Mulailah tanpa starter kit agar kamu paham alur dasar Laravel. Baru setelah nyaman, pilih kit yang cocok dengan gaya kerjamu.
Konfigurasi Awal Setelah Instal
Proyek sudah berdiri, tetapi pekerjaan belum selesai. Beberapa pengaturan awal menentukan kenyamananmu ke depan.
File .env
Buka file .env di folder proyek. File ini menyimpan konfigurasi yang berbeda di tiap lingkungan. Isinya mencakup nama aplikasi, mode debug, dan kredensial database.
Composer biasanya sudah membuat .env dan mengisi APP_KEY secara otomatis. Kalau kuncinya kosong, jalankan:
php artisan key:generate
Perintah ini menghasilkan kunci enkripsi untuk sesi dan data sensitif. Jangan pernah membagikan isi .env ke repositori publik.
Database
Laravel memakai SQLite secara bawaan. Ini kabar baik untuk pemula, sebab kamu tidak perlu menginstal server database apa pun. File database tersimpan langsung di folder proyek.
Ingin memakai MySQL? Buat database kosong lebih dulu, misalnya lewat phpMyAdmin. Lalu ubah bagian ini di .env:
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=toko_online
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=
Setelah itu, jalankan migrasi:
php artisan migrate
Laravel akan membuat tabel-tabel dasar seperti users dan sessions. Kalau perintah ini sukses, koneksi databasemu sehat.
Zona Waktu dan Bahasa
Buka config/app.php dan cari pengaturan timezone. Ubah nilainya menjadi Asia/Jakarta agar catatan waktu sesuai dengan kondisi di Indonesia. Pengguna di Yogyakarta, Semarang, atau Surabaya sama-sama memakai zona ini.
Contoh nyata: aplikasi kasir warung yang mencatat transaksi pukul 22.00 WIB. Tanpa pengaturan zona waktu, laporan hariannya bisa bergeser ke tanggal berikutnya. Kesalahan kecil ini sering baru ketahuan saat pemilik warung menghitung omzet.
Menjalankan Aplikasi Laravel
Masuk ke folder proyek dan nyalakan server pengembangan:
php artisan serve
Buka http://127.0.0.1:8000 di browser. Halaman sambutan Laravel akan muncul. Selamat, instalasimu berhasil.
Kalau proyekmu memakai Vite, jalankan juga perintah berikut:
npm install
npm run dev
Alternatifnya, Laravel menyediakan satu perintah untuk menyalakan semuanya sekaligus:
composer run dev
Perintah itu menjalankan server, antrean, dan Vite secara bersamaan. Hasilnya, kamu cukup membuka satu jendela terminal.
Pengguna Herd atau Laragon punya jalan yang lebih ringkas. Letakkan proyek di folder yang tepat, lalu buka alamat seperti toko-online.test. Domain lokal ini terasa lebih rapi daripada angka port.
Error yang Sering Muncul dan Cara Mengatasinya
Tidak ada instalasi yang selalu mulus. Berikut masalah yang paling sering saya temui.
“Your PHP version does not satisfy that requirement.” Pesan ini berarti PHP terlalu tua. Naikkan ke 8.3, lalu pastikan php -v di terminal menunjukkan angka yang sama dengan yang kamu harapkan. Banyak orang punya dua versi PHP dan tidak sadar.
“The zip extension and unzip command are both missing.” Aktifkan ekstensi zip di php.ini. Di Linux, pasang paket unzip dan php8.3-zip.
“No application encryption key has been specified.” Jalankan php artisan key:generate. Kemudian muat ulang halaman.
Halaman putih atau error 500. Buka storage/logs/laravel.log. Log itu biasanya menunjukkan penyebab persisnya. Selain itu, pastikan folder storage dan bootstrap/cache bisa kamu tulisi.
Composer terasa sangat lambat. Cek koneksi internet, lalu coba ganti jaringan. Beberapa penyedia internet di Indonesia sesekali membatasi akses ke server luar negeri.
Perintah npm run dev gagal. Periksa versi Node.js dengan node -v. Bila terlalu lama tidak diperbarui, ganti dengan versi LTS terbaru lalu ulangi npm install.
Kebiasaan Baik Setelah Instal
Instalasi yang baik tidak berhenti saat halaman sambutan muncul. Beberapa kebiasaan kecil membuat proyekmu awet.
Pertama, inisialisasi Git sejak hari pertama. Ketik git init, lalu buat commit awal. File .gitignore bawaan Laravel sudah melindungi .env dan folder vendor.
Kedua, jangan pernah mengubah kode di dalam folder vendor. Folder itu milik paket pihak ketiga. Setiap composer install akan menimpa perubahanmu.
Ketiga, matikan mode debug di server produksi. Ubah APP_DEBUG=false dan APP_ENV=production. Mode debug membuka informasi sensitif yang bisa menguntungkan penyerang.
Keempat, ikuti kabar rilis dan jadwal dukungan. Situs Laravel News menyajikan ringkasan rilis dan tabel dukungan yang mudah dicerna. Dengan begitu, kamu tahu kapan harus memperbarui proyek.
Kelima, catat langkah instalmu di file README.md. Rekan tim, atau dirimu sendiri enam bulan lagi, akan sangat berterima kasih.
Cara instal Laravel sebenarnya tidak rumit. Hampir semua masalah berasal dari tiga sumber: PHP yang terlalu lama, ekstensi yang belum aktif, dan PATH yang belum diatur. Kalau kamu memeriksa ketiganya lebih dulu, instalasi biasanya selesai dalam hitungan menit.
Pengalaman saya, developer yang sabar di tahap ini biasanya melaju lebih cepat di tahap berikutnya. Fondasi yang rapi membuat belajar routing, Eloquent, dan Blade terasa menyenangkan, bukan melelahkan.
Sekarang giliranmu. Buka terminal, ketik composer create-project laravel/laravel, lalu bangun sesuatu yang berguna. Mungkin aplikasi kasir untuk warung tetangga, atau sistem absensi untuk komunitasmu. Kalau kamu menemukan kendala unik saat mengikuti tutorial cara instal Laravel ini, tulis di kolom komentar. Pengalamanmu bisa membantu pembaca lain.



